Pejabat Kementerian Budaya dan Seni Rupa memberikan bantahan tegas terhadap tudingan dari pihak Thailand yang menyebut Candi Preah Vihear dipergunakan sebagai basis militer. Menurut pejabat tersebut, klaim itu tidak sesuai dengan status dan fungsi situs yang diakui UNESCO.

Dalam pernyataannya, pejabat kementerian menekankan bahwa Candi Preah Vihear selama ini difokuskan untuk kepentingan budaya dan keagamaan, serta upaya konservasi, penelitian, dan pendidikan. Ia meminta agar setiap klaim soal penggunaan militer diverifikasi secara independen sebelum disampaikan ke publik.
Candi Preah Vihear dalam Sorotan
Pejabat kementerian mengingatkan bahwa Candi Preah Vihear tercatat sebagai warisan dunia oleh UNESCO dan pemeliharaannya diarahkan pada pelestarian nilai-nilai sejarah serta keagamaan. Pengelolaan situs dimaksudkan untuk memastikan kelestarian struktur dan lingkungan sekitarnya demi generasi mendatang, bukan untuk kegiatan militer.
Permintaan verifikasi independen atas klaim
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah agar setiap tuduhan penggunaan Candi Preah Vihear untuk aktivitas militer ditindaklanjuti melalui mekanisme verifikasi independen. Pejabat itu menyatakan bahwa klaim serius perlu bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak layak disebarkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Fokus pada konservasi, penelitian, dan pendidikan
Dalam paparannya, kementerian menegaskan bahwa kegiatan di kawasan candi selama ini berorientasi pada konservasi struktur candi, penelitian arkeologi, serta program pendidikan yang melibatkan akademisi dan masyarakat lokal. Aktivitas-aktivitas tersebut, menurut kementerian, sejalan dengan amanat perlindungan situs bersejarah dan kewajiban atas status UNESCO.
Dampak klaim terhadap citra dan pengelolaan situs
Pejabat kementerian juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa tuduhan penggunaan militer dapat merusak citra Candi Preah Vihear sebagai situs budaya dan mengganggu upaya konservasi serta program-program edukasi. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan fungsi dan kondisi kawasan cagar budaya.
Pernyataan bantahan ini muncul setelah adanya klaim dari pihak Thailand mengenai dugaan penggunaan situs untuk keperluan militer. Kementerian meminta agar isu tersebut ditangani melalui jalur-jalur resmi dan bukti dihadirkan melalui pemeriksaan yang kredibel.
Selain itu, pejabat kementerian mengimbau komunitas internasional dan pengamat agar memberi ruang bagi proses verifikasi yang transparan. Hal ini dianggap perlu untuk menjaga objektivitas serta memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil berdasarkan data dan fakta yang jelas.
Kementerian menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan status Candi Preah Vihear sebagai situs warisan dunia yang berfungsi untuk kegiatan budaya, religius, konservasi, penelitian, dan pendidikan. Segala keputusan terkait penggunaan kawasan diharapkan selaras dengan tujuan-tujuan tersebut dan peraturan internasional yang relevan.
