PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan anak muda dengan menekankan pentingnya membentuk mindset finansial sejak dini. Upaya ini bertujuan agar generasi muda lebih cakap dalam mengelola penghasilan, mulai membangun aset, dan mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan.

Langkah tersebut disampaikan secara terbuka oleh Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, dalam sebuah kegiatan yang digelar di Lampung. Menurutnya, fokus pada pembentukan pola pikir keuangan menjadi dasar agar kemampuan mengatur keuangan pribadi tidak tertinggal di tengah perubahan cepat gaya hidup dan teknologi.
Mindset finansial yang ditekankan
BRI menempatkan tiga aspek utama sebagai inti dari mindset finansial yang ingin ditanamkan kepada kaum muda. Pertama, pengelolaan penghasilan yang realistis dan berkelanjutan. Sikap ini menuntut pemahaman tentang bagaimana membagi pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari, menabung, dan alokasi untuk tujuan jangka menengah.
Kedua, kesadaran membangun aset. Bukan sekadar mengejar konsumsi jangka pendek, melainkan memahami pentingnya memiliki instrumen atau bentuk kekayaan yang dapat meningkatkan kapasitas ekonomi di masa depan. Aset yang dimaksud mencakup berbagai bentuk yang relevan dengan kemampuan individu, dari tabungan hingga investasi sederhana yang sesuai profil risiko.
Ketiga, perencanaan kebutuhan masa depan. Mindset ini mengajak generasi muda untuk memikirkan langkah-langkah persiapan terhadap kebutuhan penting seperti pendidikan lanjutan, kesempatan kerja, hingga persiapan hari tua. Perencanaan membantu menata prioritas sehingga keputusan pengeluaran tidak semata dipengaruhi tren atau tekanan sosial.
Relevansi penguatan literasi di era digital
Royadi menyoroti bahwa kemajuan teknologi membuat berbagai aktivitas transaksi dan konsumsi menjadi semakin mudah, sehingga literasi keuangan menjadi lebih relevan daripada sebelumnya. Ketersediaan layanan digital yang cepat dan beragam produk keuangan menuntut pengguna, terutama yang muda, untuk memiliki kemampuan memilah mana yang sesuai kebutuhan dan mana yang berisiko terhadap kesehatan keuangan.
Peningkatan akses dan kenyamanan transaksi digital juga memperbesar peluang terjadinya pengeluaran impulsif. Oleh karena itu, pembentukan mindset finansial yang sehat menjadi kunci agar kemudahan teknologi tidak berujung pada masalah likuiditas pribadi atau kebiasaan konsumsi yang tidak terencana.
Peran BRI dalam edukasi dan pembinaan
Selain menekankan pentingnya pola pikir, BRI ikut berperan dalam menyediakan ruang edukasi bagi generasi muda melalui kegiatan-kegiatan literasi keuangan. Pendekatan yang dilakukan bersifat informatif dan bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar yang aplikatif, sehingga mereka bisa menerapkan konsep pengelolaan, penciptaan aset, dan perencanaan finansial dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya semacam ini tidak hanya menghimpun pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan kebiasaan. Dengan pemahaman yang lebih baik, generasi muda diharapkan mampu membuat keputusan keuangan yang lebih bijak, meminimalkan risiko utang konsumtif, serta mulai menata masa depan secara sistematis.
Langkah praktis bagi generasi muda
Menanamkan mindset finansial dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan. Mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyisihkan porsi tertentu untuk tabungan atau investasi kecil, hingga menyusun rencana tujuan keuangan jangka pendek dan panjang. Kebiasaan kecil yang konsisten dapat berkembang menjadi fondasi finansial yang kuat.
Pendidikan finansial yang berkelanjutan, baik melalui program institusi maupun sumber belajar mandiri, penting untuk menjaga kemampuan adaptasi generasi muda terhadap produk dan layanan baru. Keterampilan membaca informasi keuangan dan memahami risiko akan membantu mereka memanfaatkan peluang tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian.
Dengan terus mendorong literasi dan pembentukan mindset finansial sejak dini, BRI berharap generasi muda lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan memanfaatkan peluang di masa depan. Penekanan pada pengelolaan penghasilan, pembangunan aset, dan perencanaan kebutuhan merupakan langkah awal menuju kemandirian finansial.
