Direktur BRI Achmad Royadi mengingatkan generasi muda agar bijak kelola uang di tengah kemajuan layanan keuangan digital. Menurutnya, perubahan kebiasaan dan akses yang semakin mudah membuat pengelolaan keuangan pribadi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

Royadi menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung serta memulai investasi sejak memperoleh penghasilan pertama. Pesan itu ditujukan untuk membantu generasi muda menghadapi kebutuhan jangka pendek dan persiapan tujuan keuangan jangka panjang.
Bijak Kelola Uang: Langkah awal untuk generasi muda
Bijak kelola uang bukan sekadar menyisihkan sisa gaji, melainkan membentuk pola pengeluaran yang terencana. Langkah pertama yang disarankan adalah menentukan prioritas keuangan—membedakan antara kebutuhan dan keinginan—lalu menyusun anggaran bulanan yang realistis.
Penerapan aturan sederhana, seperti menyisihkan persentase tetap untuk tabungan, dapat membantu menumbuhkan disiplin. Bagi banyak pemula, kebiasaan kecil ini lebih efektif ketimbang strategi yang rumit, karena konsistensi akan menimbulkan manfaat jangka panjang.
Menabung dan berinvestasi sejak penghasilan pertama
Royadi mengingatkan agar menabung dan mulai berinvestasi tidak ditunda. Menempatkan sebagian penghasilan ke instrumen tabungan atau investasi sejak awal dapat meningkatkan kesiapan finansial untuk kebutuhan tak terduga dan perencanaan masa depan.
Tantangan pengelolaan keuangan di era digital
Era digital menghadirkan kemudahan transaksi dan berbagai layanan keuangan yang cepat diakses, namun hal ini juga memunculkan godaan pengeluaran impulsif. Akses yang mudah ke platform belanja, layanan pesan-antar, dan fitur pembayaran instan menuntut kontrol diri yang lebih kuat dari pengguna, termasuk generasi muda.
Selain itu, kemajuan teknologi membawa ragam produk finansial yang perlu dipahami sebelum digunakan. Kecenderungan mengikuti tren finansial tanpa pemahaman yang cukup bisa berisiko; oleh karena itu literasi dan kehati-hatian menjadi hal penting dalam pemanfaatan layanan digital.
Peran literasi keuangan dan kebiasaan sehari-hari
Menurut Royadi, literasi keuangan memainkan peran sentral dalam membentuk keputusan finansial yang sehat. Pendidikan dasar tentang anggaran, tabungan, dan investasi harus menjadi bagian dari pembelajaran bagi kaum muda agar mereka dapat membuat pilihan yang lebih baik.
Kebiasaan sehari-hari seperti meninjau pengeluaran rutin, membandingkan produk keuangan, serta merencanakan tujuan jangka pendek dan panjang membantu menciptakan pola pengelolaan yang lebih matang. Langkah-langkah kecil yang konsisten seringkali lebih berdampak daripada tindakan besar yang sporadis.
Pesan yang disampaikan oleh Achmad Royadi menggugah generasi muda untuk mengambil tanggung jawab atas kondisi keuangan pribadi. Dengan pendekatan disiplin, literasi yang memadai, dan kesadaran terhadap risiko di lingkungan digital, persiapan finansial untuk masa depan dapat menjadi lebih kokoh.
