Berita

Terapi BAFF-R CAR T PMB-CT01 Tunjukkan Respon Lengkap Tahan Lama pada Limfoma B Kambuh

baff-r car t - ilustrasi berita Terapi BAFF-R CAR T PMB-CT01 Tunjukkan Respon Lengkap Tahan Lama pada Limfoma B Kambuh
0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

Hasil uji klinis fase 1 yang melibatkan PMB-CT01, terapi BAFF-R CAR T, melaporkan respons lengkap yang dalam dan bertahan lama pada pasien dengan limfoma B yang kambuh atau refrakter. Data peer-reviewed dari penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal medis internasional, memperlihatkan kombinasi efektivitas dan profil keamanan yang menjanjikan.

baff-r car t - ilustrasi berita Terapi BAFF-R CAR T PMB-CT01 Tunjukkan Respon Lengkap Tahan Lama pada Limfoma B Kambuh

Dalam laporan tersebut, tujuh dari sembilan pasien yang menerima PMB-CT01 mencapai respons lengkap (CR), termasuk pasien yang sebelumnya tidak merespons terapi CAR T yang menargetkan CD19. Semua respons lengkap masih berlanjut pada saat pemutakhiran data, tanpa relaps yang tercatat, dan respons terpanjang telah berlangsung hingga 35 bulan.

Baff-R Car T dalam Sorotan

Uji fase 1 ini menunjukkan angka respons lengkap 80% (7/9 pasien). Khususnya, empat dari enam pasien yang sebelumnya mengalami progres setelah terapi CAR T yang menargetkan CD19—dikenal sebagai kasus “CAR setelah CAR”—juga mencapai respons lengkap setelah menerima PMB-CT01. Fakta bahwa semua respons masih berlanjut pada saat pemutakhiran data dan tidak ada relaps yang dilaporkan menjadi sorotan utama laporan tersebut.

Profil keamanan dan efek samping

PMB-CT01 menunjukkan profil keamanan yang relatif ringan dibandingkan laporan umum pada beberapa terapi CAR T saat ini. Semua kejadian sindrom pelepasan sitokin (CRS) yang tercatat hanya mencapai Grade 1, dan dua kejadian neurotoksisitas yang terkait (ICANS) juga terbatas pada Grade 1. Tidak ada laporan CRS atau ICANS derajat tinggi dalam kohort yang dilaporkan, yang membuka kemungkinan pelaksanaan terapi dengan pengawasan yang lebih sederhana jika hasil ini terbukti konsisten pada populasi lebih besar.

Perluasan uji dan hasil awal fase ekspansi

Berdasarkan hasil awal yang menguntungkan, uji klinis fase 1 yang semula dilaksanakan di satu pusat kini diperluas ke beberapa pusat medis tambahan di Amerika Serikat. Pusat pengoordinasi dan fasilitas produksi tetap di City of Hope. Laporan juga menyebutkan pasien pertama yang diterima pada fase ekspansi—pasien dengan limfoma B bergrade tinggi triple-hit yang sebelumnya mengalami progres setelah terapi CAR T menarget CD19—telah mencapai respons lengkap pada penilaian penyakit pertama.

Bagaimana PMB-CT01 bekerja

PMB-CT01 adalah terapi CAR T autologus yang menarget reseptor BAFF (BAFF-R), yang hampir secara eksklusif diekspresikan pada sel B dan memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup sel B. Menarget BAFF-R mengurangi risiko melarikan diri antigenik, yaitu ketika sel kanker kehilangan antigen yang menjadi target sehingga menghindari terapi. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan serangan yang lebih spesifik pada sel B malignan sambil meminimalkan kerusakan pada jaringan non-B.

Pernyataan para peneliti dan dukungan pendanaan

Larry W. Kwak, M.D., Ph.D., yang menjadi pendiri ilmiah perusahaan bioteknologi yang mengembangkan PMB-CT01, menyatakan bahwa publikasi data ini merupakan pengakuan penting terhadap potensi terapi baru tersebut. Ia menekankan bahwa ketiadaan relaps pada pasien yang telah mencapai respons lengkap memberi harapan bahwa terapi ini bisa mengubah paradigma pengobatan beberapa kanker darah yang sebelumnya sulit disembuhkan. Menurutnya, keamanan yang lebih baik juga dapat membuka peluang perawatan di luar rawat inap dan memperluas akses bagi pasien yang kurang terlayani, serta kemungkinan aplikasi pada penyakit autoimun di masa depan.

Stephen Forman, M.D., direktur Hematologic Malignancies Institute di City of Hope dan salah satu penulis makalah, mengatakan bahwa hasil awal ini terutama menggembirakan bagi pasien yang penyakitnya kembali setelah terapi T-sel yang menarget CD19 atau CD20. City of Hope akan terus mendukung uji ini sebagai pusat pengoordinasian, tempat produksi, serta lokasi rekrutmen pasien.

Selain dukungan institusional, laporan menyebutkan bahwa Institute for Follicular Lymphoma Innovation (IFLI) berkomitmen mendanai pengembangan klinis PMB-CT01 untuk pasien dengan limfoma folikular yang kambuh atau refrakter hingga US$11 juta.

Perusahaan dan hak kekayaan intelektual

Pengembangan PMB-CT01 dilakukan oleh PeproMene Bio, sebuah perusahaan biotek klinis yang berbasis di Irvine, California. Perusahaan tersebut memperoleh lisensi atas hak kekayaan intelektual terkait PMB-CT01 dari City of Hope. PMB-CT01 sedang dievaluasi tidak hanya pada limfoma non-Hodgkin B yang kambuh/refrakter, tetapi juga pada leukemia limfoblastik B yang rekuren sesuai dengan rencana uji klinis yang sedang berlangsung.

Hasil publikasi ini membentuk dasar data awal yang menarik, namun para peneliti menegaskan perlunya pengamatan lebih lanjut melalui kohort yang lebih besar dan periode tindak lanjut yang panjang untuk memastikan keamanan jangka panjang dan ketahanan respons. Untuk saat ini, data fase 1 memberikan sinyal kuat bahwa pendekatan BAFF-R CAR T patut untuk dilanjutkan dalam pengembangan klinis lebih luas.

About Post Author

arya wirawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di media nasional. Fokus meliput isu politik, hukum, dan peristiwa sosial. Di Naalcosh, Arya berkomitmen menyajikan berita aktual secara jernih, berimbang, dan mendalam.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %