Di sebuah peternakan kecil di Hernando, Florida, seekor keldai berusia sekitar satu tahun menarik perhatian lebih dari sekadar tetangga. Keldai Eloise hidup tenang bersama sapi, kambing, dan kalkun, namun belakangan namanya dipakai warga sebagai simbol penolakan terhadap rencana pembangunan pusat data di sekitarnya.

Fenomena ini tidak muncul begitu saja. Perdebatan publik di Citrus County tentang dampak suara frekuensi rendah dan gangguan lingkungan membuat keldai Eloise tiba-tiba menjadi wajah protes komunitas yang khawatir perubahan industri akan mengganggu kehidupan pedesaan mereka.
Keldai Eloise dalam Sorotan
Sejak itu, pendukung penolakan sering tampil dengan kaus bergambar wajah Eloise, menjadikannya titik fokus kampanye komunitas menentang proyek yang dinilai berisiko bagi kualitas hidup lokal.
Suara hewan di kota lain: kasus Nashville
Reaksi publik itu berbuah langkah resmi: dewan kota memberikan wewenang menggunakan hak paksa untuk membeli lahan dari pengembang, langkah yang menghentikan rencana pembangunan—meskipun perselisihan hukum masih diperkirakan akan berlanjut.
Kelangkaan air dan kekhawatiran peternak
Peternak di beberapa negara bagian seperti Texas, Utah, dan Georgia juga mengangkat isu yang berbeda: penggunaan air. Pusat data memerlukan pasokan listrik dan pendinginan besar yang seringkali memicu konsumsi air signifikan di daerah pedesaan. Salah satu pelaku agritech menyorot perbandingan penggunaan: seekor sapi mengonsumsi sekitar 35 galon air per hari, sementara sebuah pusat data bisa menggunakan jumlah yang setara dengan kebutuhan air 140.000 sapi.
Sementara itu, kelompok konservasi memetakan potensi benturan antara pembangunan pusat data dan spesies terancam punah. Dalam satu laporan, sebuah negara bagian disebut memiliki jumlah pusat data yang tinggi bersamaan dengan banyak spesies yang terancam, menegaskan bahwa di beberapa wilayah, pengembangan ini membawa risiko bagi habitat dan keanekaragaman hayati lewat pembukaan lahan dan fragmentasi habitat.
Perlawanan dari organisasi kesejahteraan hewan
Di Alabama, organisasi kesejahteraan hewan mengambil jalur hukum untuk menghentikan pembangunan pusat data kecerdasan buatan dekat kampus rumah sakit hewan yang sedang direncanakan. Gugatan menyatakan bahwa proyek itu membahayakan sekitar 44.000 hewan dan menuduh pemerintah kota mempercepat proses persetujuan dengan cara yang melewati regulasi zonasi, sehingga masyarakat kehilangan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
Organisasi tersebut menyoroti kekhawatiran akan kebisingan yang bisa mengganggu operasi dan membahayakan hewan maupun manusia di kompleks itu. Kasus ini juga menyinggung pengalaman masa lalu ketika kota menjual sebidang tanah kepada pengembang pusat data lain, nama perusahaan yang terlibat kembali muncul dalam perdebatan terbaru.
Hewan sebagai pusat perdebatan pembangunan
Kisah keldai Eloise memperlihatkan bagaimana hewan bisa menjadi titik simpul emosi dan argumentasi dalam perdebatan tentang perkembangunan infrastruktur digital. Dari keldai kecil di Florida hingga kebun binatang besar di Tennessee, kekhawatiran akan suara, air, habitat, dan kesejahteraan hewan telah memobilisasi berbagai kalangan untuk menuntut transparansi dan kajian lingkungan yang lebih mendalam sebelum proyek besar disetujui.
Perdebatan ini juga menggambarkan ketegangan antara dorongan ekonomi yang dibawa investor infrastruktur digital dan kebutuhan komunitas lokal yang ingin mempertahankan kualitas lingkungan dan kehidupan hewan serta manusia di wilayah mereka. Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa ketika komunitas merasa tidak cukup dilibatkan, hewan seringkali menjadi simbol yang menyatukan kekhawatiran publik.
